Duka dan Pesan Takziyah Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Sabtu (09/02/2019) sekitar pukul 17.00 WIB pesan duka itupun datang melalui pesan singkat whatsApp kepada Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Agama Sekayu, yang selanjutnya pesan itu beredar ke grup intern dan menjadi pengetahuan seluruh jajaran Pengadilan Agama Sekayu, sekali lagi, karena duka, pesan itupun dibuat dengan sesingkat mungkin, “pak, umakku meninggal” demikian bunyi pesan tersebut. Sontak ketika itu, keluarga besar Pengadilan Agama Sekayu terkejut dan dirundung duka karena yang menyampaikan pesan itu adalah salah seorang tenaga honor, yang juga tidak lain sebagai bagian dari keluarga besar Pengadilan Agama Sekayu.

Seolah tidak mau ketinggalan kereta, segera ba’da maghrib rombongan bergerak menuju rumah duka. Rombongan yang dikomandoi oleh Ketua bersama wakil itu, diiringi para Hakim dan pegawai yang sempat hadir, dalam waktu yang tidak terlalu lama tiba dilokasi, lalu disambut oleh keluarga duka. Di rumah duka, masyarakat beserta tokoh dan imamnya telah berkumpul dan membaca yasin bersama, dan rombonganpun segera membaur dan ikut serta ambil bagian dengan tradisi masyarakat itu. Setelah tahapan acara berjalan tahap demi tahap, dan ditutup dengan dengan do’a oleh imam setempat, akhirnya acara selesai dan masyarakatpun pulang, lalu tinggallah rombongan Pengadilan Agama Sekayu yang masih berbincang-bincang dengan keluarga duka dan sedikit bertanya tentang kondisi ibu sebelum meninggal dunia.

Sebelum rombongan berpamitan untuk pulang, Ketua Pengadilan Agama Sekayu berpesan kepada keluarga duka, dan mengatakan, bahwa ini adalah musibah dan ujian yang diberikan Allah kepada kita, dan kami selaku keluarga besar Pengadilan Agama Sekayu turut berduka yang sedalam-dalamnya atas musibah ini, dan kami berharap keluarga besar ini tetap tabah dan bersabar, dan yang terpenting mengikhlaskan kepergian ibunda untuk menghadap sang pencipta, lalu kepada keluarga yang ditinggalkan, jangan lupa untuk berdoa dan selalu mendoakan almarhumah, semoga Allah menempat beliau pada tempat yang layak di sisi Nya.

Di lain waktu, pada malam ketiga setelah kepergian almarhumah menghadap sang pencipta, kembali masayarakat setempat melaksanakan takziyah terhadap almarhumah, dengan membaca yasin, tahlil dan doa. Namun sebelum pembacaan yasin dimulai, masyakat setempat minta agar ada sedikit pesan rohani bagi keluarga yang  berduka, dan meminta kepada Pengadilan Agama Sekayu untuk memberikan pesan takziyah itu. Atas nama Pengadilan Agama Sekayu, Suryadi, S.Ag., S.H., M.H. yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua pada instansi itu, dengan ikhlas memberikan pesan takziyah kepada keluarga duka dan masyarakat yang hadir saat itu.

Dalam pesan takziyahnya beliau mengatakan bahwa setiap kita, pasti akan dipanggil oleh Allah Swt, tanpa terkecuali, apakah itu anak muda, orang tua, laki-laki, perempuan, pejabat, staf, pengusaha dan petani, semua akan dipanggil oleh Allah Swt. Tidak ada yang bisa bersembunyi dari panggilan itu. Oleh karena itu, setidaknya ada dua hal yang harus dilakukan dalam menghadapi kematian itu. Pertama, apa bekal kita, dan kedua, bagaimana cara atau sikap kita dalam menghadapi saat kematian itu menjemput keluarga kita, menjemput orang-orang terdekat kita. Untuk menyikapi bekal dalam menghadapi kematian itu, utamanya kita harus bertaqwa. Perbanyaklah ibadah kepada Allah, karena hakikat hidup kita ini adalah ibadah. Lalu yang kedua, perbanyak istighfar (meminta ampun) kepada Allah. Karena hidup kita sebentar di dalam dunia yang fana ini. Selanjutnya bagaimana sikap kita dalam menghadapai saat kematian itu menimpa keluarga kita, yang pertama adalah bahwa seluruh anggota keluarga ikut memfardhu kifayahkan almarhumah, ikut memandikan, ikut mengafankan, ikut menshalatkan dan ikut menguburkan, jangan semua diserahkan kepada orang. Kedua, selaku anak-anak almarhumah, doakan almarhumah ini. Waktu yang afdhal untuk berdoa itu adalah setelah shalat lima waktu. Ketiga, selesaikan atau bayar semua hutang almarhumah jika ada, sebab jika hutang ini tidak dibayar, maka nanti akan ditagih di akhirat kelak. Dan terakhir, pererat tali silaturahmi. Hubungan silaturahmi yang telah dibangun beliau semasa hidupnya dengan orang-orang sekitar, tetap dijaga dan dipertahankan. Demikian tausyiah wakil Ketua PA Sekayu malam itu di tempat duka.

Setelah penyampaian tausyiah, seperti biasa, acara berlanjut dengan pembacaan yasin, tahlin dan do’a yang dipimpin oleh imam setempat. Kurang lebih 30 menit pembacaan yasin, tahlil dan doa pun selesai. Waktupun tanpa terasa seolah-olah memberikan isyarat kepada rombongan harus segera pulang, sering dengan bubarnya masyarakat dari masjid secara berangsur-angsur dan hanya meninggal beberapa keluarga duka saja yang masih membersihkan masjid dari sisa-sisa gelas minuman para jama’ah. Akhirnya rombongan pamit untuk pulang ke rumah masing-masing dan teriring doa, semoga almarhumah senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah Swt dan ditempatkan pada tempat yang layak disisi-Nya. Allahummaghfirlaha war hamha wa’afiha wa’fu’anha. Amin ya rabbal alamin.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu