21
Kam, Nov
1 New Articles

Implementasi E-Court, PA Sekayu Sharing Informasi dengan PA sewilayah PTA Palembang

Berita Utama
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

PA-SEKAYU.GO.ID - Jum’at (15/2/2019), dalam acara rapat koordinasi, secara tiba-tiba Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang meminta Ketua Pengadilan Agama Sekayu untuk memberikan informasi mengenai pelaksanaan e-court di PA Sekayu.

“Coba Ketua PA Sekayu maju kedepan, informasikan kebijakan yang diambil beserta langkah-langkahnya, sehingga di PA Sekayu, pengacara banyak mendaftarkan perkara menggunakan e-court, bagikan rumusnya kepada yang lain,” minta Ketua PTA Palembang, Drs. H. Endang Ali Ma’sum, S.H., M.H., di tengah tengah pelaksanaan rakor.

Tidak begitu diketahui apa yang melatari permintaan Ketua PTA Palembang tersebut. Namun, sudah pasti Ketua PTA Palembang mempunyai alasannya sendiri, bisa saja karena PA Sekayu sudah menjadi pelopor terlaksananya e-court di wilayah PTA Palembang, atau bisa juga ia beranggapan bahwa e-court di PA Sekayu telah berjalan dengan baik sesuai dengan amanah Perma Nomor 3/2018, dimana hingga saat ini perkara yang masuk ke PA Sekayu melalui e-court sudah mencapai 31 perkara, artinya PA Sekayu telah berpartisipasi secara nyata mensukseskan program unggulan Mahkamah Agung ini.

Baca Juga : Rakor Di PTA Palembang, Ketua PA Sekayu Presentasi Evaluasi Kinerja Th. 2018

Selanjutnya, kemudian Ketua PA Sekayu memberikan perjelasannya tentang pelaksanaan e-court. Dalam pemaparannya beliau menjelaskan, ada beberapa faktor yang sangat mendukung terlaksananya e-court itu dengan baik, seperti yang telah kami terapkan di PA Sekayu. Ia pun membeberkan langkah-langkah yang dimaksud tersebut.

Partama, adalah membangun kerjasama tim yang baik dalam merancang dan mengkonseptualisasikan sosialisasi e-court kepada stakeholders, yakni para Pengecara dan jajaran internal PA Sekayu sendiri.

Kedua, pembelajaran yang matang dan mendalam, sekaligus bimbingan teknis kepada para Pengacara. “ini mesti, bahkan hukumnya wajib, tugas kita itu adalah bagaimana cara memberikan pengetahuan yang benar-benar bisa difahami dengan baik oleh para Pengacara, bukan asal-asalan, atau hanya sekedar sosialisasi,” Kata Ketua PA Sekayu, Saifullah Anshari, S.Ag., M.Ag., di forum rakor.

Kalau tugas ini tidak dilakukan dengan baik, dan para Pengacara tidak memahami apapun, apalagi tidak bisa menerapkannya secara teknis, maka jangan berharap banyak dari mereka akan melakukan pendaftaran perkara melalui e-court ini. Jadi dalam hal ini, kita harus benar-benar bersungguh-sungguh mengajari secara teknis, kalu bisa berikan waktu bimbingan bahkan kita membuka ruang khusus untuk tanya jawab via medsos.

Para Pengecara hendaknya juga diberikan bimbingan teknis secara detail, tahap demi tahap, mulai dari bagaimana cara melengkapi data dan dokumen verifikasi keanggotaan, bagaimana cara melakukan pendaftaran (e-filling), bagaimana cara Melakukan pembayaran (e-payment), hingga teknis persidangannya. Tidak itu saja, mereka juga kita minta untuk melakukan try out, dengan mencoba simulasi pendaftaran perkara melalui situs trainning yang telah disiapkan oleh Mahkamah Agung.

Ketiga, untuk mempersiapkan penerimaan perkara melalui e-court itu, SDM kita jangan dilupakan, mereka juga harus dibekali dengan pengetahuannya, terutama menyangkut bagaimana langkah ketika ada perkara yang masuk melalui e-court, apa yang harus mereka lakukan, bagaimana cara memverifikasi data dan dokumen pendaftaran misalnya, atau kepada Jurusita/Jurusita Pengganti bagaimana cara melakukan panggilan melalui e-court (e-summons), semua itu harus dibagi dan di share kepada SDM terkait.

Demikian paparan Ketua PA Sekayu dalam rapat koordinasi sewilayah PTA Palembang. Intinya bahwa semua itu butuh kerjasama tim yang baik dan butuh komitmen untuk melaksanakannya.

Kenapa pelaksanaan e-court ini menjadi penting, hal ini setidaknya seperti yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung (KMA) dalam amanatnya ketika melakukan lounching e-court di Balikpapan pada 13 Juli 2018. Ia mengatakan, apabila implementasi e-court berjalan sesuai rencana, maka hal ini akan secara fundamental merubah praktek pelayanan keperkaraan di Pengadilan serta akan memberikan dampak yang besar terhadap integritas warga peradilan serta menutup celah terjadinya pelanggaran hukum dan etika. Penerapan e-court ini akan membawa peradilan di Indonesia satu langkah lagi mendekati praktek peradilan di negara-negara maju.

Oleh karena itu kata KMA, sejak dini hari, semua peradilan harus sudah mulai menyediakan dan memaksimalkan semua sarana dan prasarana baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software), serta tidak kalah pentingnya untuk mempersiapkan sumber daya manusia (brainware) yang mendukung terlaksananya kebijakan tersebut dengan baik. Teknologi semakin berkembang, dan iramanya harus dapat diikuti oleh semua hakim dan aparatur peradilan khususnya untuk membantu seluruh warga peradilan dalam melaksanakan tugas-tugasnya dan memberikan pelayan kepada masyarakat karena inilah saatnya teknologi kita abadikan untuk keadilan.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu