13
Jum, Des
0 New Articles

KPA Sekayu Mengikuti Monev Kinerja di PTA Palembang

Berita Utama
Typography
  • Smaller Small Medium Big Bigger
  • Default Helvetica Segoe Georgia Times

PA-SEKAYU.GO.ID –  Jum’at (04/10/19) Bertempat di ruang kerja Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, pagi itu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang mengumpulkan seluruh Ketua Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Kinerja Satuan Kerja, atau yang sekarang lebih familiar dengan singkatan Monev. Sejatinya, monitoring adalah proses rutin pengumpulan data dan pengukuran kemajuan atas objektif program atau memantau perubahan yang focus pada proses dan keluaran, monitoring melibatkan perhitungan atas apa yang dilakukan dan melibatkan pengamatan atas kualitas dari layanan yang diberikan. Sedangkan evaluasi adalah menilai kontribusi program terhadap perubahan dan menilai kebutuhan perbaikan, kelanjutan atau perluasan program (rekomendasi).

Terkait perihal monev itu, ada enam agenda yang dipersiapkan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang untuk disampaikan kepada para ketua Pengadilan Agama sewilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang itu. Pertama, terkait Pengadilan Agama yang belum melaksanakan pencanangan Zona Integritas.  Sebagai diketahui, di wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang, masih ada 5 Pengadilan Agama yang belum melaksanakan pencanangan Zona Integritas, dan terhadap ke lima Pengadilan itu, KPTA menginstruksikan agar selambat-lambatnya akhir Oktober 2019, harus sudah melaksanakan. 

Kedua, Laporan progress bagi Pengadilan Agama yang telah mencanangkan Zona Integritas. Terhadap Pengadilan Agama yang telah mencanangkan Zona Integritas, progresnya beragam, ada yang masih pada tahapan pengumpulan eviden dan adapula yang telah melaksanakan penilaian mandiri. Instruksi KPTA agar segera diselesaikan evidennya dan nanti akan diusulkan secara bersama untuk penilaian eksternal. 

Ketiga, Sosialisi e-Litigasi. Dalam kesempatan yang sama, kembali Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang menginstruksikan, jika selama ini e-court telah berjalan baik di wilayah PTA Palembang, KPTA juga mengharapkan terhadap e-litigasi bisa berjalan dan terlaksana dengan baik pula, kendatipun beliau menyadari, konteks e-litigasi berbeda dengan e-Court, setidaknya akan dicoba dan diusahakan melaksanakannya di wilayah PTA Palembang. Untuk e-court, PA Sekayu bisa menerapkan dengan baik, dan tercatat sebagai e-Court tertinggi di wilayah Sumatera, maka tidak ada salahnya jika PA Sekayu kedepan kembali kita jadikan pilot project di wilayah Palembang untuk penerapan e-Litigasi itu, demikian ujar KPTA.

Keempat, sosialisai 9 aplikasi Dirjen Badilag. Dalam kesempatan itu, KPTA menyampaikan sembilan Aplikasi Dirjen Badilag yang harus dipersiapkan setiap satker, di antaranya, aplikasi notifikasi perkara, aplikasi informasi perkara, aplikasi antrian sidang, aplikasi verifikasi data kemiskinan (kerjasama dengan AIPJ dan TNP2K), Command Center Badilag, Aplikasi e-Eksaminasi, aplikasi PNBP, e-Register dan e-Keuangan perkara. Kesembilan aplikasi itu, instruksi KPTA, segara dipelajari dan dipahami, sehingga nanti pada waktunya tinggal diterapkan, terutama terhadap aplikasi yang belum ada, kalau e-Register dan e-Keuangan, sudah berjalan dengan baik. 

Kelima, penilaian kinerja Triwulan III. Terkait penilain kinerja itu, KPTA sangat bangga sekali dengan kinerja PA se wilayah PTA Palembang, sebab berdasarkan hasil penilaian yang dikeluarkan dirjen setiap minggu itu, PA swilayah PTA Palembang rapornya hijau semua, kendatipun dengan rangking yang berbeda, dan terdapat dua Pengadilan Agama yang masuk sepuluh besar dan bisa mempertahankan prestasinya itu selama beberapa minggu, kedua pengadilan itu adalah Pengadilan Agama Muara Enim dan Pengadilan Agama Kayu Agung. Atas prestasi dan keberhasilan itu, kedua PA tersebut dianugrahi piagam oleh dirjen badilag. Seterusnya, KPTA menginstruksikan kepada PA yang lain agar berusaha terus untuk lebih meningkatkan prestasi kinejanya. 

Keenam, Diskusi Hukum. insyaAllah mengakhiri tahun 2019, tepatnya pada bulan Desember, Pengadilan Tinggi Agama Palembang kembali akan melaksanakan diskusi hukum tahap ketiga, dengan peserta para hakim, panitera dan jurusita Pengadilan Agama se wilayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang.

Setelah kurang lebih dua jam monitoring dan evaluasi itu dilaksanakan, dan para Ketua se wiliayah Pengadilan Tinggi Agama Palembang pun telah menerima instruksi dan beberapa arahan dari Ketua PTA, akhirnya monitoring dan evaluasi pun selesai, dan para ketua itu bersiap-siap untuk melaksanakan shalat jum’at, seterusnya kembali ke tempat tugas masing-masing. (Humas PA Sekayu)