Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi ) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ) pada Pengadilan di Lingkungan Peradilan Agama

Berita Utama
Typography



Dr. H. Candra  Boy Seroza, S.Ag.,M.Ag. Dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi para Ketua PTA dan PA beserta jajarannya, di tengah pandemi covid-19 masih dapat meluangkan waktu dan bersemangat untuk mengikuti bimtek ZI untuk membawa peradilan agama menjadi Peradilan Agama yang excellent .

"Saya minta kepada seluruh satker yang diusulkan dalam ZI untuk mempersiapkan strategi dan mempelajari dengan baik tentang ZI, salah satunya yaitu melakukan studi banding dengan satker yang sudah berhasil meraih ZI dengan predikat WBK/WBBM. Saya Juga minta para PTA yang ikut bimtek untuk melakukan evaluasi kepada satker di wilayahnya masing-masing yang diusulkan masuk dalam ZI," ujar Bapak Candra


Lalu beliau menjelaskan tentang strategi pembangunan ZI unit kerja menuju WBK/WBBM. menurutnya ada lima strategi dalam pembanguna ZI. Pertama, Mindset/Culturset & Komitmen. Komiteman nyata pimpinan dan semua karyawan dengan melibatkan bawahan dalam pelaksanaan program reformasi birokrasi dan menularkan semangat dan visi yang sama. Kedua, Kemudahan, kecepatan, transparansi pelayanan. Menyediakan fasilitas yang lebih baik dan sistem pelayanan yang cepat dan transparan serta semangat hospitallitty untuk kepuasan publik. Ketiga, Progra yang menyentuh masyarakat. Membuat inovasi program yang membuat unit kerja lebih dekat ke masyarakat sehingga masyarakat merasakan kehadiran unit kerja tersebut. Keempat, Monitoring dan Evaluasi. Melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa program yang sedang dijalankan tetap di jalurnya dan umpan balik perbaikan. Kelima, Manajemen Media. Menetapkan strategi komunikasi untuk memastikan bahwa setiap aktivitas dan inovasi perubahan yang telah dilakukan diketahui oleh masyarakat.

Selanjutnya beliau juga menuturkan dalam Reformasi birokrasi dan pembangunan ZI terdapat 3 budaya yang akan dicapai. Yang pertama yaitu budaya integritas tinggi. "Jangan sampai ada pelayanan yang tidak jelas, diskriminasi dan apakah masih ada calo di dalam pengadilan. Dalam Budaya integritas tinggi semua personil pengadilan harus menjunjung itu. Nilai-nilai organisasi yang ada di Mahkamah Agung dan juga di Ditjen Badilag diimplementasikan," ujarnya.

Kemudian yang kedua adalah budaya kinerja tinggi. Capai-capaian kinerja kita harus tinggi dengan capaian indikator kinerja utamanya. "Saya lihat tahun kemarin evaluasi akuntabilitas kinerja maupun evaluasi Reformasi Birokrasi di PA dan PTA kinerjanya luar biasa tinggi. Rata-rata di PA sudah mendekati 90% tingkat penyelesaiannya," ungkapnya.

Sedangkan yang ketiga adalah budaya melayani dengan baik. Pelayanan peradilan yang baik di PTA maupun di PA."Pelayanan peradilan yang baik selain kepada publik juga kepada stakeholder di Pengadilan Agama,"tuturnya.

Dr. H. Candra  Boy Seroza, S.Ag.,M.Ag. juga meminta apa yang telah ia paparkan agar dibaca dan dipelajari. "Ini tugas kita bersama untuk memperbaiki Republik ini menjadi lebih baik, peradilan yang agung dan peradilan yang cepat dan moderen ini bisa terwujud,"pungkasnya.