PA-SEKAYU.GO.IDJum’at (12 Juli 2019) pagi itu matahari masih belum sepenggalah naik, beberapa pegawai PA Sekayu dikomandoi oleh orang kedua di PA Sekayu, Waka PA, bergerak berduyun-duyun sambil saling mengingatkan untuk menjaga suara mendatangi bangunan yang berada di bagian paling belakang di komplek kantor Pengadilan Agama Sekayu. Tujuan mereka hanya satu. Rumah dinas Ketua PA Sekayu. Sesampainya di rumah itu, pintu rumah dinas diketuk, sambil sesekali ada yang mengintip melalui jendela, terdengar sahutan dari dalam rumah “Ya, tunggu sebentar...”.

PA-SEKAYU.GO.IDRabu (10 Juli 2019), Wakil Ketua PA Sekayu, Waluyo, S.Ag., M.H.I., bersama Panitera (Yuli Suryadi, S.H., M.M.) dan Sekretaris (Sudarman, S.Ag., M.H.), memimpin rapat koordinasi rutin yang dilaksanakan di aula PA Sekayu. Dalam kesempatan ini, agenda utama adalah follow up hasil pengawasan yang dilakukan Hatibinwasda (Hakim Tinggi Pembina dan Pengawas Daerah), evaluasi persiapan asesmen APM, dan evaluasi realisasi Anggaran Triwulan II.

PA-SEKAYU.GO.ID – Senin (01/07/19) sekitar pukul 10.30 WIB, Hakim Tinggi Pengawas Daerah, Drs. H. Nuruzzaman Romli, S.H., di dampingi seorang Panitera Pengganti, H. Minsyahril, dan Kasubbag Umum dan Keuangan PTA Sumsel, Mardian Haryadi, S.Kom., S.H., tiba di Bumi Serasan Sekate, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam lamanya.

PA-SEKAYU.GO.IDSelasa (02/07/19) menjelang tengah hari, Hakim Tinggi Pembina dan Pengawas Daerah PTA Sumsel, Drs. H. Nuruzzaman Romli, S.H., didampingi seorang Panitera Pengganti, H. Minsyahril, dan Kasubbag Umum dan Keuangan, Mardian Haryadi, S.Kom., S.H., telah menyelesaikan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh bagian dan jajaran di PA Sekayu.

PA-SEKAYU.GO.IDJum’at, 28 Juni 2019, merupakan hari terakhir bagi para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan dari Fakultas Hukum dan Syari’ah UIN Raden Fatah Palembang dalam menimba ilmu di Pengadilan Agama Sekayu. Banyak hal yang baru didapatinya ketika terjun langsung ke dalam dunia kerja di peradilan yang belum atau tidak ditemukan oleh mereka di bangku kuliah. Setidaknya itulah sedikit gambaran dari hasil perbincangan dengan mereka setelah selama 2 minggu mereka ikut “bekerja” bahkan sampai harus lembur sampai hampir tengah malam.

Artikel Selanjutnya...