Jika Ada Kemauan, Kerjasama dan Kekompakan, Tidak Ada yang Tidak Mungkin

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Demikian kira-kira hipotesis yang tepat untuk  menjelaskan apa yang disampaikan oleh Yang Mulia Ketua Kamar Agama Dr. Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.Hum., M.M. disela-sela Sosialisasi Peraturan Mahkamah Agung Republik Indenesia Nomor 14 tahun 2016 tentang tata cara penyelesaian perkara ekonomi syari’ah pada tanggal 28 November 2018 belum lama ini di Hotel Sintesa Peninsula Palembang.

Saat ini seluruh warga peradilan di hadapkan dengan tantangan bagaimana cara memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Ikon-ikon seperti, PTSP, WBK, ataupun one day minute, dan lain sebagainya, diciptakan untuk membantu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat.

Baca Juga : Ketua dan Panitera PA Sekayu Ikuti Sosialisasi Pemanfaatan Virtual Account

One day minute misalnya, bukanlah hal baru, apalagi dalam konteks kekinian, eranya komputerisasi, bahkan lebih mudah lagi. One day minute itu menurut beliau mesti disiasati, begini caranya, kita putus pada saat putusan itu selesai. Sudah siap jadi dan sudah tanda tangan. Itu sudah beliau lakukan pada tahun 1992, beliau bercerita, pada masa beliau menjadi ketua Pengadilan Agama Medan, pada saat itu masih menggunakan mesin tik untuk menyelesaikan Berita Acara Persidangan dan membuat putusan, beliau sendiri masih ingat jenis mesin tik brother yang digunakan pada waktu itu. Ketika itu semua hakim dan panitera pengganti beliau kumpulkan dan ajak, bisa tidak hari ini perkara diputus dan hari ini juga putusannya sampai kepada yang bersangkatun? Ada yang jawab tidak bisa pak, kita tidak punya mesik tik. Saya tidak Tanya mesin tik, saya cuma tanya, bisa tidak. Akhirnya semua kompak menyatakan bisa. Pergilah beliau ke toko mesin tik, beliau beli mesin tik sebanyak 12 buah, besoknya beliau bawa ke kantor dan dibagikan kepada hakim-hakim dan Panitera pengganti. beliau sampaikan kepada mereka, ini milik kalian, bagaimana cara membayarnya, tidak usah ditanya, yang penting kerjaan selesai. Bawalah pulang dan jangan masuk BMN, itu milik sendiri. Akhirnya, atas ide itu dan kinerja baik teamworknya, pada Tahun 1997 beliau dipanggil ke Istana untuk menerima penghargaan sebagai kantor pelayanan prima se Indonesia waktu itu.

Cerita ini menegaskan kepada kita bahwa PTSP, WBK, one day minute, dan lain sebagainya, itu adalah hal biasa dan semua itu bisa kita lakukan selama ada kemaun, ada kerjasama dan adanya kekompakan team, tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa untuk menuju Peradilan yang agung dan bermartabat.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu