Pembinaan Ketua PTA Palembang di PA Sekayu

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Juma’t (21/12/2018), sekitar pukul 08.30 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan Pertemuan Lt. 2 Pengadilan Agama Sekayu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., memberikan pembinaan kepada seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu.

Hadir dalam kegiatan itu mulai dari pimpinan yaitu Ketua dan Wakil Ketua, para Hakim, Panitera, Sekretaris, para Panmud, para Kasubbag, Panitera Pengganti, Jurusita Pengganti dan seluruh Pegawai dan Honorer Pengadilan Agama Sekayu.

Sebelum pembinaan dilaksanakan, Ketua Pengadilan Agama Sekayu, Saifullah Anshari, S.Ag., M.Ag., menyampaikan beberapa laporan terkait perkembangan terkini Pengadilan Agama Sekayu. Di antaranya adalah bahwa jumlah pegawai yang semakin berkurang, yang hingga saat ini tercatat ada sekitar 23 orang, dan pada tahun 2019 akan berkurang lagi sekitar 3 orang, masing-masing satu orang pensiun pada akhir Desember 2018 ini, dan dua orang lagi akan pindah tugas ke pengadilan agama lain.

Baca Juga : Pembinaan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Sumatera Selatan di Pengadilan Agama Sekayu

Selanjutnya disampaikan prihal penyelesaian perkara di Pengadilan Agama Sekayu telah mencapai 94.18 %, dan insyaallah akan mencapai target rencana penyelesaian perkara sekitar 95.%. Kemudian dalam waktu dekat Pengadilan Agama Sekayu juga akan mendeklarasikan Zona Integritas (ZI), wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Sedangkan untuk E-Court Pengadilan Agama Sekayu telah melaksanakan sosialisasi bersama para advokat, dan pihak BRI, yang dilaksanakan di Pengadilan Agama Sekayu beberapa hari yang lalu.

Kemudian Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., dalam pembinaannya menyampaikan beberapa hal penting di antaranya, beliau selalu menekankan percepatan penyelesaian perkara, jangan menunda persidangan lebih dari satu minggu. Pengiriman berkas banding banyak yang terlambat, oleh karena itu perlu ada SOP khusus untuk perkara banding.

Baca Juga : Waka PTA Sumsel Pembinaan di PA Sekayu: “Pegawai Harus Berintegritas dan Profesional”

Hakim harus selalu membaca undang-undang dan peraturan-peraturan, kemudian mengaplikasikannya dalam putusan dan kehidupan nyata. Hakim harus menjaga integritas, karena banyak hakim yang melakukan penyimpangan-penyimpangan, dan jangan sampai terjebak pada perbuatan tercela.

Di dalam persidangan hakim hendaknya menghindari kata-kata yang menyudutkan perempuan, diskriminatif dan perlakuan yang tidak sama. Dalam putusan harus benar-benar memberikan mempertimbangkan secara lengkap dan jangan ada keterangan saksi yang terlupakan.

Pendapat hakim tidak boleh bertentangan dengan ideology dan Undang-Undang Dasar 1945, futuristic (menjangkau kedepan), tidak bertentangan dengan hak asasi manusia dan mengamanatkan keadilan. Hakim wajib menggali nilai-nilai yang hidup dan tumbuh berkembang dalam masyarakat. Kemudian bagi pimpinan, laporan akhir tahun harus diperhatikan, jangan terlambat, dan evaluasi kinerja seluruh pegawai. Selebihnya bagi seluruh pegawai Pengadilan Agama Sekayu, bekerjalah dengan baik sesuai dengan tupoksi masing-masing, dan bekerjalah secara kompak serta jagalah integritas diri.

Adapun Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, Drs. Helmy Thohir, M.H. menyampaikan agar bekerjalah secara professional. Bekerja itu butuh pengetahuan (science), tidak asal kerja saja. Semua orang bisa bekerja, tapi harus jelas dan terarah apa yang  dikerjakan. Bekerja itu juga butuh keahlian (skill). Salah satu keahlian yang mesti dimiliki adalah penguasaan komputer, setidaknya bisa mengetik dan menguasai beberapa aplikasi. Sebab sarana yang menunjang untuk penyelesaian tugas pokok kita saat ini adalah komputer. Dengan menguasai skill itu, setidaknya akan mempermudah menyelesaikan tugas pokok kita.

Dan terakhir selaku pegawai, kita mesti memiliki etika (ethic). Pengadilan ini akan berdiri tegak dan berwibawa melalui aparatur yang memiliki etika dan moral yang baik, oleh karena itu, jagalah etika kita, terutama ketika berhadapan dengan para pihak dan orang yang berurusan di tempat kita ini, layanilah mereka dengan baik. Jadi relasi yang baik antara pengetahuan (science), keahlian (skill) dan etika inilah nanti yang akan melahirkan profesinalitas dalam kerja, demikian wakil ketua PTA memaparkan.

Setelah pembinaan disampaikan, sesi berukutnya adalah tanya jawab, dan tanpa terasa waktu berjalan sedemikian cepatnya hingga memasuki waktu untuk melaksanakan shalat jum’at. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang beserta rombongan lalu bersiap-siap untuk menunaikan shalat jum’at. Setelah sholat jum’at rombongan di jamu oleh jajaran Pengadilan Agama Sekayu untuk makan siang bersama. Dan seperti biasa, sebelum rombongan meninggalkan PA Sekayu, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang menyempatkan diri untuk berfoto bersama para pegawai Pengadilan Agama Sekayu, selanjutnya, berpamitan dan meluncur menuju kota Palembang untuk melaksanakan tugas berikutnya. Harapan dan doa kami, hati-hati dijalan, semoga lancar dan selamat sampai tujuan.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu