Belajar dari Stabat, PA Sekayu Observasi dan Wawancara dengan Jajaran PA Stabat

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Rabu (30/01/2019) sekitar pukul 13.30 rombongan para Ketua se wilayah PTA Palembang berbegerak dari Kota Medan atau lebih tepatnya dari Penginapan di Grand Antares menuju kota Stabat. Tujuan utamanya adalah memgunjungi Pengadilan Agama Stabat.

Kenapa dengan Pengadilan Agama Stabat? Sebagai diketahui bahwa  PA Stabat itu adalah  salah satu PA di wilayah PTA Medan yang mempunyai banyak prestasi. Pada tahun 2014, PA Stabat terpilih sebagai PA terbaik dalam pelayanan dan meja informasi.

Sebelumnya, PA ini juga telah meraih ISO yang pertama di lembaga peradilan. Dan pada tahun 2015 PA Stabat sudah menerapkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani sebagai pilot project bersama enam lembaga peradilan lain se Indonesia. Dan masih banyak prestasi lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu di sini.

Baca Juga : Penyambutan Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H., Sebagai Ketua PTA Medan Diiringi Acara Adat dan Pemberian Ulos

Karena banyaknya prestasi PA Stabat itu, ia menjadi daya tarik tersendiri di antara PA lain yang ada di wilayah PTA Medan, dan oleh karena itu, PA di luar wilayah PTA Medan juga tertarik untuk mengamati, meninjau, dan belajar lebih banyak dari PA Stabat.  Salah satu dari beberapa PA yang tertarik untuk belajar kepada PA Stabat itu adalah PA Sekayu.

Asumsi dasar pembelajaran itu, juga ditunjang dengan amanat Dr. H. M. Syarif Mappiasse, S.H., M.H. yang saat ini sudah menjadi Ketua PTA Medan, beliau mengatakan, kunjungilah PA Stabat, ambillah apa yang bisa di bawa dari Stabat untuk bisa diterapkan di PA anda masing-masing. Karena saat ini kata beliau, kita tidak lagi bicara secara lokal, kita sudah berbicara atas nama Badilag, kemajuan PTA Medan, juga kemajuan PTA Palembang, dan itu juga berarti kemajuan Badilag.

Bersama rombongan, yakni Ketua PA Palembang, Ketua PA Lubuklinggau, Ketua PA Muara Enim, Ketua PA Kayu Agung dan Ketua PA Lahat, yang dikomandoi oleh Ketua PA Palembang tiba di kota Stabat sekitar jam 15.30 WIB, dan disambut oleh Hakim Senior PA Stabat beserta jajaran yang ada di bawahnya, karena kebetulan pada waktu sama, Ketua PA Stabat, beserta Panitera dan Sekretaris ada rapat koordinasi di PTA Medan. Rombongan disambut dan dijamu dengan buah khas kota Stabat, yaitu jambu madu yang terkenal dengan manisnya dan menurut informasi buah ini hanya ditanam di dalam pot untuk menjaga kemanisan rasanya itu.

Setelah melakukan observasi dan wawancara dengan jajaran PA Stabat, dapat dikatakan bahwa salah satu faktor yang membuat PA Stabat itu bisa bergerak lebih dinamis, ditunjang dengan banyaknya aplikasi pendukung yang diterapkan dalam menggerakkan sistemnya. Kemudian ditunjang dengan komitmen para aparatur dalam menjalankan system tersebut. Mengingat begitu dinamisnya pergerakan PA Stabat itu, kita rombongan dari PTA Palembang, merasa tertarik untuk menerapkan sebagian aplikasi yang ada di PA Stabat untuk di bawa ke PA masing-masing di wilayah PTA Palembang, dan setelah melakukan pembicaraan yang cukup panjang, maka jadilah kedepan sebagai planning, akan diusahakan transfer aplikasi bahkan langsung tenaga ahlinya akan dihadirkan di wilayah PTA Palembang, yang tentu saja nanti akan dikoordinasikan terlebih dahulu antar sesama PA yang ada di wilayah PTA Palembang dan dengan PTA sendiri.

Setelah berbicara dan bertukar pikiran dengan jajaran PA Stabat, tanpa terasa waktu sudah menunjukkan kalau rombongan memang harus segera bergerak dari PA Stabat, karena di samping jam layanan kerja sudah jauh terlewati, kitapun masih harus menempuh waktu 2 jam perjalanan untuk sampai ke penginapan di kota Medan. Walhasil, pertemuan singkat membawa manfaat, ilmu dan pengetahuan juga didapat, dan silaturahmi terjaga dengan kuat. Barakallah. 

| Humas Pengadilan Agama Sekayu