Integritas, Jalan Menuju Kewibawaan PA Sekayu

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - What is integrity?  itulah barangkali pertanyaan yang tepat untuk mengawali apa yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Sekayu pada Jum’at (08/02/2019) di ruang aula pertemuan Pengadilan Agama Sekayu yang dihadiri oleh seluruh hakim, pegawai hingga tenaga honor tanpa terkecuali.

Mengawali sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Sekayu mengatakan, bahwa tidak lama lagi kita akan segera mendeklarasikan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani bersama instansi terkait, akan tetapi sebelum mendeklarasikan secara luas itu, terlebih dahulu kita mesti berbenah dan mempersiapkan pribadi kita sebagai pribadi yang benar-benar memiliki integritas yang tinggi.

Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan, ia merupakan sebuah konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan  nilai dan prinsip. Dalam etika, integritas diartikan sebagai kejujuran dan  kebenaran dari tindakan seseorang. Lawan dari integritas adalah hipocrisy (hipokrit atau munafik).  Seorang dikatakan “mempunyai integritas” apabila tindakannya sesuai dengan nilai, keyakinan, dan prinsip yang dipegangnya. Untuk menandakan ciri seorang yang berintegritas ditandai oleh satunya kata dan perbuatan bukan seorang yang kata-katanya tidak dapat dipegang. Seorang yang mempunyai integritas bukan tipe manusia  dengan banyak wajah dan penampilan yang  disesuaikan dengan motif dan kepentingan pribadinya.Integritas menjadi karakter kunci bagi seorang. Itulah setidaknya definisi yang dikeluarkan oleh wikipidia untuk memberikan pemahaman awal tentang integritas.

Baca Juga : Bangun ZI, PA Sekayu Tandatangani Komitmen Wujudkan WBK dan WBBM

Mengacu pada konsep ini, Ketua Pengadilan Agama Sekayu mengatakan, jujur saja, bukanlah hal mudah untuk membangun integritas Pengadilan Agama Sekayu itu. Jika sistemnya sudah punya, maka tinggal menguatkan agen yang menjalankan system itu. Dimana posisi integritas? Integritas harus dimiliki setiap agen yang menjalankan system. Dengan kata lain, seluruh hakim, pegawai dan tenaga honor Pengadilan Agama Sekayu tanpa terkecuali wajib memiliki integritas yang tinggi. Kalau integritas itu sudah dimiliki, maka penerapan zona integritas yang akan dicanangkan itu bukanlah hal yang sulit. Karena semua tindakan sudah diselaraskan antara ide dengan realitanya.

Sebagai analogi, beliau mencontohkan bagaimana kasus masyarakat Tiongkok kuno, yang menginginkan kehidupan yang tenang, damai dan tentram dari ganguan dan serangan masyarakat Barbar, mereka membangun tembok besar. Tembok itu begitu tinggi dan kokoh, sulit dipanjat, sangat tebal dan sulit dihancurkan. Sejak tembok itu dibangun, pada seratus tahun pertama, setidaknya Tiongkok telah diserang sedikitnya tiga kali oleh masyarakat Barbar, tidak ada satu pun yang berhasil. Suatu ketika, musuh menyuap penjaga pintu gerbang perbatasan itu. Apa yang terjadi kemudian? Musuh berhasil masuk dan masyarakat Tiongkok hancur luluh lantah diserang masyarakat Barbar. Masyarakat Tiongkok berhasil membangun tembok yang kokoh, tetapi gagal membangun integritas pada generasi berikutnya. Seandainya, penjaga pintu gerbang itu memiliki integritas yang tinggi, ia tidak akan menerima suap itu, karena itulah yang menghancurkan diri dan komunitasnya.

Cerita itu, terlepas dari real atau tidaknya, setidaknya sebagai sebuah sebuah analogi, menggambarkan, kendatipun kita, kata ketua Pengadilan Agama Sekayu, telah menbangun system yang baik, menciptakan para aparatur dengan integritas yang tinggi, namun jika masih ada satu atau dua orang yang masih hipokrit, munafik dan tidak memiliki integritas, maka ini adalah persoalan bagi instansi kita. Siapapun itu, ketika sudah menggunakan pakaian dan atribut atas nama Pengadilan Agama Sekayu, baik di dalam ataupun di luar, masyarakat hanya tahu kalau itu adalah Pegawai Pengadilan Agama Sekayu, tanpa tahu itu adalah seorang hakim, itu adalah seorang panitera pengganti, itu adalah seorang kasubbag, atau itu adalah seorang tenaga honor. Dan ketika sebuah kesalahan dibuat, yang  masyarakat tahu itu adalah kesalahan Pengadilan Agama Sekayu, dan akhirnya yang buruk dan jelek itu nama instansi. Oleh karena itu, dalam membangun integritas ini, tanpa terkecuali semua harus terlibat dan semua harus mempunyai komitmen yang sama untuk sama-sama membangun intergritas pribadi masing-masing demi membangun wibawa instansi ini.

Selanjutnya ketua Pengadilan Agama Sekayu menambahkan, dalam mendukung membangun integritas dan citra Pengadilan Agama Sekayu itu, masih banyak pelayanan yang perlu dikembangkan lebih jauh, agar masyarakat benar-benar merasa terlayani dengan baik, dan bila perlu tanpa bertanya lagi masyarakat bisa mengerti dan memahami sendiri bagaimana berproses di Pengadilan Agama Sekayu itu. Perlu juga memperhatikan cara kita berintraksi secara langsung dengan masyarakat ketika memberi pelayanan, ini harus terus ditingkatkan. Penerapan 5S (salam, sapa, senyum, sopan dan santun) misalnya, jika ini tidak dilatih dan dibiasakan dengan sungguh-sungguh akan sulit. Atau kita bisa saja belajar lebih jauh kepada Bank BRI misalnya sebagai perbandingan untuk menerapan konsep 5S ini, jika itu dibutuhkan. Karena terkadang pengetahuan dan pengalaman itu butuh pembelajaran dari orang lain, agar kita tahu dimana letak kekurangan dan kelemahan kita.

Demikian poin penting yang disampaikan Ketua Pengadilan Agama Sekayu dalam rakor itu, intinya sebelum mendeklarasikan Zona Integritas Pengadilan Agama Sekayu secara luas, maka terlebih dahulu mempersiapkan integritas para aparaturnya, karena seperti ungkapan bijaksana yang penuh makna, dari seorang pendiri sekaligus CEO of the VISA credit card association, Dee Ward Hock, mengatakan “When you are looking at the characteristics on how to build your personal life, first comes integrity; second, motivation; third, capacity; fourth, understanding; fifth, knowledge; and last and least, experience. Without integrity, motivation is dangerous, without motivation, capacity is impotent, without capacity, understanding is limited, without understanding, knowledge is meaningless, without knowledge, experience is blindKetika anda mencari sebuah karakteristik tentang bagaimana cara membangun kehidupan personalmu, maka pertama yang terpenting itu adalah integritas, kedua, motivasi, ketiga, kapasitas, keempat pemahaman, kelima pengetahuan dan terakhir pengalaman. Tanpa integritas , motivasi menjadi berbahaya, tanpa motivasi, kapasitas menjadi tak berdaya, tanpa kapasitas, pemahaman menjadi terbatas, tanpa pemahaman pengetahuan tidak ada artinya dan  tanpa pengetahuan, pengalaman menjadi buta. integrity is who you are.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu