Dari Windows ke CentOs

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Dua bulan terakhir ini merupakan bulan tersibuk bagi jajaran Pengadilan Agama Sekayu, bagaimana tidak, disamping melaksanakan kegiatan rutin, ditambah berbagai rencana kerja yang segera harus dipersiapkan,  menyelesaikan semua laporan, pemenuhan upaya one day minut dan one day publish, mengejar ketinggalan dalam upload putusan pada sipp dan direktori putusan, hingga kesibukan lain, akhirnya Ketua Pengadilan Agama Sekayu membentuk tim untuk melakukan percepatan kinerja itu. Di antaranya membentuk tim one day minut dan one day publish yang bertugas untuk menyiapkan sarana dan prasarana, mulai dari tamplate BAS (berita acara sidang) dan Putusan hingga aplikasi bantu yang dibutuhkan untuk itu. Kemudian membentuk tim upload putusan, yang bertugas mengupload putusan dari tahun 2016, 2017 dan 2018.

Untuk tim one day minut dan one day publish telah bekerja secara baik tanpa ada kendala, tinggal mengintegrasikan aplikasi. Sedangkan bagi tim upload putusan masih terkendala secara sistemik. Setelah tim upload bekerja secara maksimal, dan putusan hampir semua telah terupload  ke dalam sipp, tapi putusan tersebut malah tidak bisa terbaca secara maksimal oleh system dalam sipp tersebut.

Proses upload putusan ke direktori putusan melalui sipp cenderung gagal, meskipun ada sebagian putusan yang bisa di upload namun pada direktori putusan, hanya ada data putusannya saja sedangkan file putusan tidak bisa di download dan file zip putusan juga tidak ditemukan. Seharusnya di dalam direktori putusan itu, putusan dan file zipnya ada, dan sudah dalam bentuk pdf. Ternyata setelah dianalisis secara mendalam oleh tim IT Pengadilan Agama Sekayu, system operasional windows tidak mendukung. Maka ketika mengentri putusan dari sipp untuk dikirim ke direktori putusan itu, entri putusan masuk, tapi putusannya tidak bisa dikirim ke direktori putusan, apalagi untuk  dipublikasi dan dibaca.  Sebenarnya kehendak dari direktori putusan itu, file terentri dalam bentuk pdf. Jadi system operasional windows belum bisa mengconversi file dokumen putusan menjadi pdf secara otomatis.

Dalam kondisi seperti ini tim dihadapkan pada kondisi rumit, jika ingin memasukkan putusan ke direktori putusan, file harus dalam bentuk pdf, maka tentu saja harus melakukan conversi semua putusan secara manual yang jumlahnya ribuan itu, kemudian menguploadnya satu persatu  ke dalam direktori putusan, atau mencoba merobah system, dengan cara mengganti system OS nya yang mempunyai kemampuan dapat melakukan konversi tersebut.

Baca Juga : Awal Tahun yang Produktif di PA Sekayu “Penyatuan Persepsi Template BAS dan Putusan”

Maka mulailah tim IT Pengadilan Agama Sekayu bekerja dan berfikir untuk mencari OS yang bisa digunakan untuk mendukung system entri pada sipp ke direktori putusan itu. Setelah melakukan trial dan error berkali-kali, akhirnya pilihan ditetapkan pada CentOs. CentOS (Community Enterprise Operating System) adalah Distro Linux yang cocok dipakai dalam skala Enterprise atau skala perusahaan yang bebas biaya atau Gratis. CentOS sendiri di code dari source code Red Hat Enterprise (RHEL) yang dikembangkan dalam sebuah komunitas yang disebut CentOS Project.

Setidaknya ada beberapa kelebihan CentOs pada linux ini dari OS sebelumnya, kelebihannya, system ini bersifat open source, terbuka dan leluasa jadi untuk memperolehnya tak memerlukan anggaran (LISENSI FREE)  dan semuanya boleh di utak atik. Mudah dioperasikan, bahkan kini orang awam pun banyak yang memakainya, beda dengan dulu, pemakai OS ini identik dengan para peretas. Lebih unggul dalam faktor keamanan, sebab OS ini adalah sistem operasi yang multiuser, jadi apabila virus menyerang user tertentu, maka bakal sangat susah untuk menyebar ke user lainnya. Hampir semua software yang biasa dijalankan di windows, telah ada software linuxnya yang dikembangkan oleh komunitas linux alias dapat juga memakai software emulator. System ini memerlukan resource yang lebih kecil apabila dibandingkan dengan Windows jadi tepat untuk PC yang memiliki spesifikasi minimum. Mampu berlangsung di dua mode, dan lebih stabil jadi jarang crash alias nge-hang yang mengwajibkan kita untuk merestart komputer.

Akhirnya, tim IT PA Sekayu segera bekerja dengan mengganti system lama, windows menuju CentOs-Linux. Ternyata perkerjaan itu bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan waktu dua hingga tiga hari baru bisa selesai dilakukan, itupun dengan penuh perjuangan setelah tiga kali mencoba gagal, tidak tanggung-tanggung, sekali mencoba itu butuh waktu kurang lebih 5 jam, bayangkan setelah lima jam berusaha, ternyata hasilnya gagal. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman yang menjadi guru paling berharga, karena menginstall CentOs itu baru pertama kali dilakukan oleh tim IT, selama ini lebih akrab dengan OS Windows, ketimbang CentOs pada Linux itu.  

Setelah berhasil mengganti windows ke CentOs, tahap selanjutnya adalah mengintegrasikan sipp kedalam system operasional itu, lagi-lagi, ini butuh kesabaran, karena memigrasikan data back up yang besar itu membutuhkan waktu yang lama. Akhirnya setelah selesai dan sipp berbasis CentOs siap dioperasikan. Setelah dilakukan uji coba, Alhamdulillah sipp berbasis CentOs itu benar-benar siap digunakan, selanjutnya siap bekerja mengupload semua putusan, dan clink, langsung menuju direktori putusan sesuai dengan harapan.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu