Offroad to Sidang Keliling

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Apa yang terbayang di benak kita ketika mendengar istilah "offroad"? Adalah aksi sebuah mobil yang melintasi medan sulit seperti sungai, lumpur atau tebing yang terjal. Istilah offroad sendiri diterjemahkan dari bahasa Inggris, yakni aktivitas mengendarai atau mengendarai kendaraan di jalan jalan atau trek yang tidak rata, terbuat dari bahan bahan seperti pasir, kerikil, dasar sungai, lumpur, salju, batu, dan medan alam lainnya.

 Kondisi seperti inilah yang dialami majelis hakim sidang keliling atau sidang di luar gedung pengadilan pada sidang perdana yang dilaksanakan di Desa Sungai Keruh pada hari Jumat (15/02/19) lalu. Sidang yang sudah diagendakan sebelumnya itu, menurunkan satu tim yang terdiri dari tiga orang hakim, seorang panitera pengganti, seorang tenaga administrasi dan seorang supir, yang berangkat dengan menggunakan armada Daihatsu Terrios.

Di awal perjalanan, kondisi jalan terlihat biasa saja, jalan mulus dan normal. Namun kurang lebih 45 menit perjalanan, baru terasa kalau kondisi jalan tidak rata, banyak lobang yang dalam dan basah. Semakin jauh menempuh perjalanan, semakin sering kendaraan mengurangi kecepatan, dan ternyata di depan ada medan perjalanan yang cukup menyulitkan karena ada beberapa lobang yang cukup dalam, becek dan berlumpur. Bahkan ada mobil truk bermuatan yang terbalik. Kalau perjalanan biasa, kemungkinan besarmobil sudah putar kepala dan kembali ke tempat semula, akan tetapi karena ini adalah bagian dari pelaksanaan prinsip access to justice, maka sesulit apapun itu, tetap ditempuh. Sejatinya, kondisi jalan menuju lokasi itu, kalau cuaca bagus dan hari tidak hujan, tidak sesulit itu.

Baca juga : Saifullah Anshari, S.Ag., M.Ag. : Sidang Keliling Tahun 2019, PA Sekayu Akan Wujudkan Asas “Access to Justice”

Tapi karena beberapa hari ini hujan terus turun, sehingga jalanan pun menjadi basah dan tanah menjadi berlumpur. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, tim pun sampai pada tempat tujuan dan selanjutnya melaksanakan persidangan. Inilah pengalaman tim sidang keliling PA Sekayu pada sidang perdana tersebut.

Akan tetapi, di balik peristiwa itu, setidaknya ada dua pelajaran yang bisa diambil. Pelajaran pertama adalah kita bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat betapa sulitnya mengakses keadilan. Dengan kondisi jalan seperti itu, setidaknya butuh waktu beberapa jam untuk bisa sampai ke kantor PA Sekayu jika ingin berurusan. Dengan kondisi lelah dan kusut di perjalanan, sampai di tempat tujuan pun belum tentu urusan bisa selesai dengan cepat. Dalam kondisi seperti inilah masyarakat terkadang lebih mengedepankan emosinya ketimbang rasionalisasinya. Maka melalui pelajaran ini sekaligus mengajarkan kita, bahwa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat itu adalah sebuah kemestian.

Kemudian pelajaran kedua, mengajarkan kepadakita untuk merasakan sebagian dari deritanya para jurusita ketika menyampaikan relaas ke daerah sulit. Sepertinya, dengan kondisi jalan yang penuh tantangan itu, pun sudah saatnya kita berfikir untuk menyediakan sarana tranportasi yang tepat untuk medan medan sulit itu. Dengan sarana yang tepat, pelaksanaan tugaspun bisa terlaksana dengan baik, dan tentu saja akan memengaruhi proses pelayanan kepada masyarakat.
| Humas Pengadilan Agama Sekayu