Jumputan Gambo Muba Jadi Seragam PTSP PA Sekayu

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Mungkin kita terasa asing mendengar istilah jumputan gambo. Istilah itu merujuk pada sebuah hasil karya seni yang bernilai tinggi, hasil olahan masyarakat Musi Banyuasin (Muba) menjadi bahan batik, yang berasal dari gambir sebagai pewarna utamanya. Gambo dalam bahasa daerah masyarakat Muba berarti gambir.

Jumputan gambo Muba, demikian sebutan yang lebih familiar bagi masyarakat Muba itu, realitasnya memang tidak sepopuler kain batik semisal batik solo, atau batik lainnya, namun daya pikat kain jumputan Muba ini memiliki pesona yang mampu menarik perhatian dunia internasional, seperti dikutip detik.com.

Kain yang lebih populer dengan sebutan gambo ini adalah jenis batik yang dikerjakan dengan teknik celup, tidak ditulis seperti batik pada umumnya, tapi kain diikat dan dicelupkan kedalam warna untuk menciptakan gradasi warna. Teknik celup rintang menggunakan tali untuk menghalangi bagian tertentu dikain agar tidak menyerap warna lain sebelum terbentuk motif. Diberi nama gambo karena kain jumputan pewarnanya berasal dari getah gambir.

Baca Juga : Ketua PA Sekayu : Jadikan Kritikan Sebagai Perbaikan Pelayanan

Proses pewarnaan kain gambo itu, dibuat secara alami tanpa zat kimia dan semua proses pembuatannya dikerjakan secara manual atau menggunakan tangan. Jadi tidak salah kalau gambo muba itu disebut mempunyai nilai seni tinggi.

Terus, pertanyaan yang muncul adalah kenapa jumputan gambo ini menjadi pilihan utama untuk menjadi seragam PTSP PA Sekayu, di samping banyaknya jenis batik lain yang bagus-bagus. Pilihan pada jumputan gambo ini setidaknya didasari dengan, pertama, gambo Muba itu merupakan seni budaya asli masyarakat Muba dan merupakan karya seni yang bernilai tinggi. Oleh karena itu menggunakan batik gambo ini ada rasa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Muba, terlebih lagi jika digunakan sebagai pakaian seragam petugas pelayanan publik. Kedua, gambo Muba itu merupakan ciri khas sebuah daerah, dan tidak semua daerah mempunyai hasil karya seni seperti itu, maka dengan memakainya, akan menciptakan rasa cinta daerah dan tanah air. Dan terakhir, dengan menggunakan batik gambo ini, PA Sekayu ikut serta dalam mempromosikan hasil karya sebuah masyakat, secara khusus masyarakat Musi Banyuasin.

Diharapkan, dengan menggunakan batik gambo ini, bisa memberikan warna tersendiri bagi petugas pelayanan publik di PA Sekayu dan meningkatkan performa dalam memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan.

Setidaknya, sesuai dengan corak dan motif gambo itu sendiri yang cendrung  bermotif teduh, bisa menjadi simbol bagi pemakainya untuk selalu tersenyum, sopan dan santun kepada para pencari keadilan.

| Humas Pengadilan Agama Sekayu