Jaga Integritas, Disiplin, dan Tetaplah Profesional

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID - Disiplin, integritas dan profesional, itulah tiga pesan yang disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang, ketika melakukan pembinaan di Pengadilan Agama Sekayu Pada Selasa, 9 April lalu. Hadir dalam pembinaan itu, yang juga turut serta mendampingi orang nomor satu di Pengadilan Tinggi Agama Palembang itu, Drs. H. Pahri Hamidi, S H., Panitera, dan Drs. Edison, MA., Sekretaris PTA Palembang. Selain itu, hadir pula seluruh Pegawai Pengadilan Agama Sekayu, mulai dari pimpinan hingga tenaga honor.

Sore itu, setibanya rombongan PTA Palembang di PA Sekayu, yang dikomandoi langsung oleh Ketua PTA Palembang, berkeliling mengitari ruangan yang ada di PA Sekayu, target utamanya adalah ruang pelayanan, atau yang saat ini lebih familiar dengan ruang PTSP, ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selama ini, Ketua PTA tahu ruang PTSP itu, hanya melalui laporan yang dikirimkan ke PTA, dan hanya melihat gambar-gambarnya saja, dan hari itu, Ketua PTA bisa langsung melihat secara jelas kondisi riil gedung dan ruangan yang ada di PA itu.

Panitera PTA Palembang, yang dulu termasuk salah seorang pioner PA Sekayu itu, ketika ditanya jurnalis PA Sekayu, tentang perkembangan dan kemajuan, menjelaskan, PA Sekayu saat ini sudah berobah total, dulu waktu beliau di PA Sekayu, yang kurang lebih hanya beberapa bulan itu, beliau menjabat sebagai Panitera/Sekretaris PA Sekayu, kondisinya tidak seperti saat ini, baik gedung maupun SDM nya. Semua benar-benar berubah secara keseluruhan

Baca juga: Waspadalah Gratifikasi Asmara, Pesan KPTA Palembang

Selanjutnya setelah melihat kondisi riil gedung dan ruangan itu, Ketua PTA dan rombongan transit sebentar di ruang pimpinan sembari menunggu jajaran PA Sekayu terkonsentrasi seluruhnya di aula pertemuan, karena Ketua PTA akan melaksanakan pembinaan. Tadinya, pembinaan itu rencananya dilaksanakan pada esok harinya, tapi karena waktu dipandang masih cukup memadai, maka dilaksanakanlah pembinaan pada sore itu.

KPTA, Panitera, dan Sekretaris PTA Sumsel, meninjau fasilitas pelayanan publik PA Sekayu


Dalam pembinaannya, Ketua PTA secara tegas menyebutkan tentang disiplin, integritas dan profesionalitas. Tentang disiplin, Beliau mengatakan bahwa disiplin adalah ketaatan pada norma-norma, aturan, atau kaedah yang diyakini sebagai panggilan luhur untuk mengemban amanah. Disiplin itu bukan semata-mata untuk aparatur, lebih dari itu juga untuk mendorong kepercayaan publik, disiplin juga akan mendorong pribadi tertib dalam melaksanakan tugas, ikhlas dalam pengabdian, pun berusaha menjadi tauladan, serta tidak menyalahgunakan amanat yang dipercayakan kepadanya.

Sekarang pertanyaannya adalah, siapa pengawal disiplin itu? Yang pertama pengawal disiplin itu adalah pimpinan. Ketua sebagai pengarah sekaligus tauladan bagi aparaturnya. Lalu wakil ketua, tugasnya sebagai penanggungjawab dan koordinator kedisiplinan pegawai. Dan saya, tidak ingin mendengar ada wakil ketua yang indisipliner”, tegas Ketua PTA. Lalu hakim, sebagai aparatur utama menjadi pengawal disiplin itu. Panitera sebagai pengawal bagian kepaniteraan, dan Sekretaris sebagai pengawal bagian kesekretariatan. Kata kuncinya, pengawal sejati, sekaligus pengawal kedisiplinan, adalah seluruh aparatur pengadilan agama tanpa terkecuali.

Lalu tentang integritas, beliau menyampaikan bahwa integritas itu adalah sikap yang teguh mempertahankan prinsip, tidak mau korupsi, dan integritas itu menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Untuk sifat atau keadaan yang menunjukkan keutuhan yang utuh, sehingga memilik potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. Orang berintegritas, berarti memiliki kepribadian yang jujur dan karakter yang kuat. Dengan karakter itu, akan mendorong terbentuknya pribadi yang menolak godaan dan segala bentuk intervensi. Jelasnya, sebagai sebuah ketahanan sikap mental yang menolak segala bentuk godaan, iming-iming, rayuan dan segala macam intetvensi dari luar. Godaan itu ada yang bersifat materi dan ada yang bersifat immateri.

Baca juga: Dari Astaghfirullah Hingga Alhamdulillah

Dan terakhir, agar tetap bekerja secara profesional. Profesional adalah orang yang memiliki profesi atau pekerjaan yang dilakukan dengan memiliki kemampuan yang tinggi, dan berpegang teguh pada nilai moral yang mengarahkan serta mendasari perbuatan. Seorang yang profesional itu, tentunya harus mempunyai keahlian yang didapatkan melalui suatu proses pendidikan, dan di samping itu terdapat unsur semangat pengambilan dalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Dalam melakukan tugas profesi, seorang profesional harus bertindak objektif, yang artinya bebas dari rasa sentimen, benci, malu maupun rasa malas dan enggan bertindak serta mengambil keputusan. Oleh karena itu, dalam meningkatkan profesionalitas itu, tingkatkan terus kemampuan dan keahlian kinerja, bekerjalah sesuai prosedur dan ketentuannya dan terakhir bekerjalah secara objektif, demikian tutup Ketua PTA.

Selanjutnya, sesaat setelah Ketua PTA menyampaikan pembinaannya, Panitera, Drs. H. Pahri Hamidi, S.H., bersama Sekretaris, Drs. Edison, M.A. dalam kesempatan yang sama, juga menyampaikan pembinaannya terkait wilayah kerja masing-masing. Saat itu, Panitera menyampaikan terkait SIPP. SIPP itu, harus selalu update, dan para usernya mesti betul-betul aktif. Dan yang terpenting sekali itu, sinkronisasi dengan SIPP Mahkamah Agung, setidaknya minimal 3 kali sehari. Kemudian persoalan PNBP dengan ketentuan dan aturan baru, harus sudah dilaksanakan bagi setiap satker. Terakhir, masalah administrasi dan kelengkapan berkas kasasi dan PK. Jangan sampai ada berkas yang kelupaan atau tertinggal, baik berkas fisik, maupun softcopynya. Ini sangat penting sekali, karena kelalaian dalam persoalan ini bisa membuat pimpinan dan unsur terkait mendapat teguran dari Dirjen, dan dianggap tidak bekerja secara profesional. Sedangkan Sekretaris menyampaikan, ketentuan-ketentuan terkait masalah kesekretariatan segera harus dilengkapi dan dilaksanakan. Apel pagi Senin dan sore Jum'at tetap rutin harus dilaksanakan, lalu didokumentasikan dan nanti pada tiap akhir bulan disampaikan laporannya secara rutin.

Ketua PTA berfoto bersama keluarga besar Pengadilan Agama Sekayu

 

Demikian beberapa pesan yang disampaikan Ketua, Panitera dan Sekretaris PTA Palembang dalam pembinaannya sore itu, dan setelah selesai melakukan pembinaan itu, sebelum beranjak meninggalkan PA Sekayu, Ketua PTA beserta rombongan masih menyempatkan diri untuk meninjau semua ruangan, termasuk ruangan hakim yang luas itu, yang hanya diisi dengan empat orang hakim itu. Terakhir Ketua PTA juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama keluarga besar Pengadilan Agama Sekayu, di dalam maupun di halaman gedung yang ada nama pengadilannya itu.

(Humas PA Sekayu)