Dengan Dua Jalan Ini, Para Pihak Pun Tercerahkan

Berita Utama
Typography

PA-SEKAYU.GO.ID Siang itu, di ruang sidang Pengadilan Agama Sekayu, berhadapanlah dua pihak, Penggugat dan Tergugat, dalam konflik rumah tangga yang berkepanjangan, yang tidak berkesudahan itu, yang pada akhirnya dua-duanya terpaksa harus menyelesaikan konflik dan sengketanya itu di Pengadilan.

Dalam persidangan hari itu, kamis (09/05/19) hadir pasangan suami istri yang telah sekian lama berumah tangga, yang duduk sebagai Penggugat dan Tergugat pada hari itu, hadir pula seorang anak kecil, yang kira-kara berumur 2 tahun, sebagai buah hati bungsu mereka.

Seperti biasa, mengawali persidangan, majelis hakim tentu saja memberikan nasihat, sebelum keduanya melakukan proses mediasi. Hari itu, Amiramza, S.H.I. serta merta memberikan beberapa nasihat penting terkait kehidupan rumah tangga mereka.

Ada sebuah pesan dan nasihat penting yang disampaikan Pak Amir, sapaan akrab sang hakim pemberi nasihat itu, yang membuat para pihak termenung dan sangat terkesan. Nasihatnya, “Ada dua jalan kalau ingin membangun rumah tangga dengan baik menuju rumah tangga bahagia, sakinah, mawaddah dan rahmah.

Jalan pertama, adalah dengan cara bersyukur terhadap segala bentuk nikmat dan rezeki yang diberikan oleh Allah kepada kita. Apa pun itu, berapapun itu, semua yang diberikan oleh Allah itu kita syukuri, karena itulah jatah dan besaran untuk kita, ia tidak kurang, dan tidak lebih, semua sudah ditakar oleh sang Pemberi, tidak usah lagi dipersoalkan kenapa sedikit, kenapa tidak banyak seperti orang-orang lain, intinya, semua yang diberikan sang Maha Pemberi itu, diterima dan disyukuri. Kalau saudara bersyukur terhdapa nikmat dan pemberian Tuhan itu, insyaAllah akan ditambah menjadi banyak, karena itu sesuai dengan janji Allah, sekali lagi disyukuri.

Kemudian jalan kedua adalah dengan cara bersabar terhadap segala bentuk ujian dan cobaan yang diberikan kepada kita. Kita diberi kehidupan susah, rezeki yang payah, hadapi saja, karena itu semua ujian. Jangan ketika kita diberi kehidupan yang susah itu, kita saling menyalahkan antara suami istri, justru itu, karena kita saling menyalahkan itu, bahkan saling bertengkar, rezeki itu semakin jauh. Hadapi saja dengan sabar dan tentu saja terus mendekatkan diri kepada Sang Khalik dengan cara tetap menjalankan semua perintahnya, jangan semakin jauh dari-Nya, imbuh Pak Amir.

“Yang harus selalu kita ingat, ketika kita menikah dengan seseorang, kita sudah mendapatkan paket komplitnya, ya baiknya maupun buruknya”, tegasnya. “Jadi Kita harus bersyukur dengan segala kelebihan kehebatan pasangan kita, dan kemudian harus diikuti dengan kesabaran atas kekurangan kelemahan yang mereka miliki, karena semua manusia tidaklah ada yang sempurna”, pungkas Pak Amir.

Setelah mendengar nasihat dari sang Hakim, para pihak pun mulai merenung dan mengintrospeksi diri, dan keduanya pun tertunduk, seolah-olah apa yang disampaikan sang hakim itu, menghunjam tepat di hati dan mengenai sasaran permasalahan kehidupan rumah tangga yang mereka jalani, tanpa ada kata atau jawaban dari masing-masing pihak.

Semoga saja, apa yang disampaikan sang Hakim itu, benar-benar membuat pasangan suami istri itu sadar, tidak saja hanya tercerahkan, tapi betul-betul menyadari bahwa ada jalan keluar lain yang lebih baik dari tindakan yang mereka pilih saat ini, dan segera mengambil sikap untuk bersatu dan rukun kembali dalam rumah tangganya.

(Humas PA Sekayu)