Usai Dilantik Sebagai Dirjen Badilag, Dr. H. Aco Nur Lakukan Rapat Koordinasi

Badilag
Typography

BADILAG.NET - Setelah dilantik oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), Prof. Dr. Hatta Hali, S.H., M.H, sebagai Dirjen Badilag, Selasa petang (26/6), Dr. H. Aco Nur, S.H., M.H melakukan rapat koordinasi sekaligus memperkenalkan diri di hadapan Ketua Pengadilan Tinggi Agama se Indonesia, para Pejabat Eselon II, III dan IV Ditjen Badilag.

Acara yang berlangsung di lantai 12, Gedung Sekretariat MA ini turut dihadiri Sekretaris MA Dr. H. Ahmad Setyo Pudjoharsoyo, S.H., M.Hum, Mantan Dirjen Badilag Dr. H. Abdul Manaf, M.H.

Dalam kesempatan ini, Abdul Manaf menjelaskan kepada Dirjen Badilag yang baru tentang capaian kinerja Badilag selama semester pertama. Salah satunya adalah terdapat 98 Pengadilan Agama /Mahkamah Syari'ah yang telah memperoleh sertifikat Akreditasi Penjaminan Mutu (SAPM).

"Keberhasilan ini tidak luput dari kerjasama dan perjuangan para pimpinan Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia beserta jajarannya. Semoga Akreditasi Penjaminan Mutu selanjutnya akan segera disusul oleh satker-satker yang lain,"kata Abdul Manaf.

Abdul Manaf juga menginformasikan bahwa Ditjen Badilag saat ini membawahi 29 PTA/MS Aceh, 77 PA/MS kelas IA, 110 PA/MS kelas IB, 225 PA/MS kelas II yang didalamnya termasuk 53 PA baru yang belum diresmikan.

Baca Juga : Gelar Rakor dengan Badilag, Ini Yang Disampaikan Ketua Kamar Peradilan Agama

Sementara itu, Aco Nur mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan berterima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan pimpinan MA kepadanya untuk memimpin Badilag.

Aco Nur juga menyampaikan apresiasinya kepada Abdul Manaf atas capaian kinerjanya selama tiga tahun menjabat sebagai Dirjen Badilag.

"Insya Allah saya akan melanjutkan program kerja Badilag yang belum selesai," katanya.

Aco Nur juga ingin Peradilan Agama menjadi role model bagi peradilan-peradilan yang lain. Baginya peradilan agama merupakan kebanggaan tersendiri, karena semenjak bertugas di MA ia dibentuk oleh pimpinan di Lingkungan Peradilan Agama.

"Saya banyak belajar dari Pak Taufiq, Pak Syamsu Hadi Irsyad, Pak Ahmad Kamil dan Pak Rum Nessa," ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan kerjasama para pimpinan PTA seluruh Indonesia untuk memberikan masukan, ide, gagasan mengenai SDM peradilan agama yang ada di wilayah masing-masing sebagai bahan pertimbangan dalam promosi mutasi untuk menjalankan roda organisasi peradilan dengan optimal.

Aco Nur menambahkan, Peradilan Agama memiliki potensi yang luar biasa, bahkan sebagai barometer MA, oleh karena itu ia meminta untuk mengoptimalkan potensi yang ada demi mewujudkan peradilan yang baik dan melayani masyarakat pencari keadilan dengan optimal.

"Peradilan Agama sejak dahulu ikut megharumkan nama MA, terbukti ditahun 2007, MA mendapat penghargaan Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) dari BPK. Penghargaan tersebut diperoleh berkat kegigihan aparat MA termasuk warga peradilan agama yang melaksanakan program kerja dengan anggaran sesuai program, "jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris MA Pudjoharsoyo, mengucapkan selamat atas pelantikan Aco Nur sebagai Dirjen Badilag yang baru.

Pudjoharsoyo juga berharap, Dirjen Badilag yang baru akan meneruskan program yang telah dijalankan oleh Dirjen Badilag yang lama dan membuat program unggulan yang belum sempat terprogram oleh Dirjen Badilag yang lama.

"Mari kita bersama-sama bersinergi untuk mewujudkan peradilan yang berwibawa dan agung," pungkasnya.(Abu j/RA|Foto : RA).