logo pa

Selamat Datang di Pengadilan Agama Sekayu

Selamat Datang di Pengadilan Agama Sekayu

8 NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG

1.KEMANDIRIAN 2.INTEGRITAS 3.KEJUJURAN 4.AKUNTABILITAS 5.RESPONSIBLITAS 6.KETERBUKAAN 7.KETIDAKBERPIHAKAN 8.PERLAKUAN YANG SAMA DI HADAPAN HUKUM
8 NILAI UTAMA MAHKAMAH AGUNG

Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Video yang berisi tentang cara penyelesaian perkara ekonomi syariah dengan acara yang sederhana
Tutorial Penyelesaian Gugatan Ekonomi Syariah

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

PROSEDUR BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA SEKAYU

PROSEDUR BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA SEKAYU

SELEKSI CALON LEMBAGA PEMBERI LAYANAN POS BANTUAN HUKUM (POSBAKUM)

SELEKSI CALON LEMBAGA PEMBERI LAYANAN POS BANTUAN HUKUM (POSBAKUM)

on . Hits: 106

RUMAH TANGGAKU BERAKHIR RUKUN DI PENGADILAN AGAMA SEKAYU

png 20211211 105423 0000 copy

SEKAYU – Rabu (08/12/2021) Bertempat di ruang sidang dua Pengadilan Agama Sekayu, Majelis Hakim Siti Sofiyah, SHI (Ketua Majelis), Ade Sofyan, S.Sy (Hakim Anggota), Muhammad Hira hidayat, S.Sy (Hakim Anggota) dan Nurani, SH (Panitera Pengganti) PA. Sekayu berhasil mendamaikan para pihak dalam perkara Cerai Gugat dengan Nomor Perkara 0798/Pdt.G/2021/PA.Sky.

Pihak sebelumnya telah dua kali mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Sekayu. Gugatan pertama dicabut setelah ada penesahatan dari Majelis Hakim dan saat itu pihak Tergugat tidak hadir sehingga pencabutan dilakukan tanpa hadirnya tergugat. Selanjutnya dengan Majelis yang sama Penggugat mengajukan perceraian lagi. Pada gugatan yang kedua, piha Tergugat hadir sehingga telah melalui proses mediasi serta jawab jinawab. Meskipun telah mengajukan untuk kedua kalinya, Majelis Hakim tetap tidak berputusa asa untuk tetap memberikan nasehat Panjang karena masih melihat adanya iktikad baik dan adanya kemungkinan-kemungkinan untuk bisa diselesaikan dengan damai. 

Setelah proses penasehatan yang Panjang serta memberikan masukan-masukan serta saran-saran, untuk menyelesaikan perkaranya secara damai dan memberikan pandangan terkait perceraian serta bagaimana pentingnya mempertahankan dan menjaga keutuhan rumah tangga. Alhamdulillah, dalam persidangan dengan agenda pembuktian, para pihak sepakat untuk rukun kembali. Dengan upaya maksimal, akhirnya Majelis Hakim berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

Dengan berdamainya para pihak menjadi sebuah kebahagiaan bagi PA Sekayu karena dapat membantu menyelesaikan masalah rumah tangga pihak. Semoga rumah tangga para pihak dapat dipertahankan dan berjalan dengan rukun dan semoga untuk kedepannya rumah tangga Penggugat dan Tergugat akan semakin harmonis. 

Keberhasilan Pengadilan Agama bukan semata banyaknya perkara yang dikabulkan, krna image dimasyarakat bahwa Pengadilan Agama merupakan tempat orang bercerai.  Namun Pengadilan Agama lebih dari sekedar tempat bercerai, dalam proses persidangannya senantiasa diupayakan agar prahara rumah tangga berakhir dengan damai sebagaimana amanah undang-undang, Majelis Hakim wajib menasihati para pihak dalam setiap persidangan.

Hal ini sejalan dengan asas yang berlaku dalam persidangan perceraian. Asas mempersulit terjadinya perceraian adalah dipersulitnya perceraian dengan cara diwajibkanya perceraian di depan peradilan dan perceraian dapat diputuskan setelah hakim mengusahakan perdamaian, selain itu perceraian juga harus dengan alasan yang patut sesuai ketentuan yang berlaku dan juga harus ada usaha perdamain melalui Mediasi.  Sehingga dalam perkara peceraian, asas tersebut harus didahulukan meskipun ada asas-asas lain yang berlaku seperti asas cepat, sederhana dan biaya ringan.

Beberapa penyebab suatu keluarga rentan bubar dan ketahanannya rendah dalam menghadapi cobaan diantaranya adalah faktor keluarga muda, belum lama kenal langsung menikah, memutuskan menikah siri, menjadi istri kedua, KDRT, ekonomi besar pasak daripada tiang, dan lain-lain. Hal ini pula yang sering dijadikan alasan untuk diajukannya gugatan cerai ke Pengadilan Agama.

Terwujudnya ketahanan nasional tidak terlepas dari peran keluarga, karena keluarga merupakan pilar pertama dan utama dalam membangun bangsa dan merupakan unit terkecil yang menentukan bangsa. Keluarga memiliki peran langsung untuk bisa mewujudkan sikap atau fungsi asah, asih, dan asuh serta merupakan tumpuan untuk menumbuhkembangkan dan menyalurkan potensi setiap anggota keluarga. Oleh karena itu,  ketahanan keluarga/ rumah tangga merupakan miniatur dan tolak ukur bagaimana ketahanan suatu bangsa/ negara. Semoga kedepannya semakin banyak gugatan perceraian yang berakhir rukun kembali di Pengadilan Agama.

 

 

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh

Hubungi Kami

Pengadilan Agama Sekayu

Jl. Merdeka Lingkar I No. 497

Telp: 0714 - 321170
Fax: 0714 - 331062

divi discount
map embed iframe
Pengadilan Agama Sekayu@2021